Thursday, 16 August 2012

Hikmah Puasa Ramadhan Menyongsong Idhul Fitri

Bulan Ramadhan bulan melatih diri untuk disiplin waktu. Dalam tiga puluh hari kita dilatih disiplin bagai tentara, waktu bangun kita bangun, waktu makan kita makan, waktu menahan kita sholat, waktu berbuka kita berbuka, waktu sholat tarawih, iktikaf, baca qur'an kita lakukan sesuai waktunya. Bukankah itu disiplin waktu namanya? Ya kita dilatih dengan sangat disiplin, kecuali orang tidak mau ikut latihan ini. Bulan Ramadhan bulan yang menunjukkan pada manusia untuk seimbang dalam hidup. Di bulan Ramadhan kita bersemangat untuk menambah amal-amal ibadah,

Sunday, 29 July 2012

Ketika doa dikabulkan

Ya Khofar ,,
Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Sahabat, setiap orang tentunya ingin doanya dikabulkan, dan "penasaran" kapan doanya dikabulkan. Dalam kitab An-Nafaisul 'Uluwiyah halaman 196-197 disebutkan bahwa Habib Abdullah al-Haddad ketika ditanya tentang tanda tanda dikabulkannya suatu doa, beliau menjawab :

Pertama tama perlu diketahu bahwa doa yang dipanjatkan oleh seorang mukmin yang berinabah dan bersungguh sungguh dalam menghadapkan dirinya kepada Allah akan dikabulkan. Hanya saja pengabulan doa itu kadang kala disegerakan atau diakhirkan.

Bahkan kadang Allah mengganti permohonan yang ia panjatkan dengan karunia lain yang lebih baik baginya menurut pandangan dan pilihan Allah. Keterangan seperti ini banyak terdapat dalam ayat Quran.

Para ulama menyebutkan bahwa tanda dikabulkannya sebuah doa yaitu si pendoa merasakan getaran dan kesejukan dalam hati sewaktu memanjatkan doanya itu.

Adapun ditolaknya doa bisa karena adanya rintangan. Termasuk dalam rintangan itu adalah : memakan makanan yang haram baginya, memakai pakaian yang haram, terus berbuat zalim kepada hamba Allah, dan berdoa dengan hati yang lalai.

Rasulullah bersabda :

"ketahuilah oleh kalian semua, sesunguhnya Allah tidak akan mengabulkan doa dari hati yang lalai" (HR Thabrani)

Friday, 27 July 2012

Makna Cinta menurut Agama Islam

Makna Cinta menurut Agama Islam dengan "cintailah aku karena Alloh swt "
Karena dengan
itu, jika Allah mentakdirkan
kita bersama hingga hari tua,
engkau akan tetap setia
mencintaiku dan bersamaku dalam keadaan senang ataupun susah..

karena aku hanya manusia
biasa yang penuh kekurangan..
Jika engkau hanya mencintaiku
dari apa yang tampak yang
engkau suka, suatu ketika
engkau menemukan diriku tidak sempurna, engkau akan
berpaling..

Secantik dan seindah apapun
bidadari yang digambarkan
dalam Al-Qur'an dan Hadist untuk pria shalih, engkau takkan mendapatkannya di bumi ini... Akulah wanita dunia yang telah Allah anugerahkan
untukmu, yang Rasulullah
Shallallahu 'Alaihi Wassalam
kabarkan bahwa wanita dunia lebih utama dari bidadari bermata jeli, dan bahwa sebaik-baik perhiasan adalah
istri shalihah...

Maka dari itu, berikanlah aku
hadiah perhiasan yang lebih indah dari intan berlian, yaitu
sebuah cinta yang tulus karena Allah Ta'ala...

Karena dengan
itu, jika sampai pada hari tua,
selama bersama dan hingga ajal menjemput engkau akan
tetap bersyukur kepada Rabb
Semesta Alam, karena Dia telah memberikanku
kepadamu... Karena cinta
karena Allah akan tetap
bersemi indah walaupun di

Monday, 23 July 2012

Pengamal Solawat Wahidiyah

Bagi Para Pengamal Sholawat Wahidiyah diAnjurkan untuk menebus selama 40 hari ,ada apa dibalik 40 hari itu ;dijelaskan dengan kisah seperti berikut :

Tuesday, 19 June 2012

Hikmah Pesan Imam Syafi'i pada Santrinya

Hikamah pesen dari Imam Syafi'i kepada Santrinya ,Proses belajar mengajar sudah berlangsung beberapa minggu, guru-guru sudah menjalankan tugasnya masing-masing untuk mendidik generasi penerus. Sebuah tugas mulia yang bernilai pahala, yang akan selalu mengalir bersamaan dengan bermanfaatnya ilmu tersebut bagi orang yang menerimanya. Sebagaimana hadist dari Rosulullah yang diriwayatkan oleh Imam-Imam Hadist: “Apabila anak adam meninggal dunia, maka putuslah semua amalnya kecuali tiga perkara: Shodaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak yang sholeh.” (Muslim, Abu Dawud, Tirmizi, Ahmad & Nasaai)
Suatu hari imam Syafi’i mendatangi ruang Khalifah Harun Ar-Rasyid untuk minta izin kepadanya. Lalu beliau duduk di samping Abu Abdus Shomad seorang pendidik anak-anak Kholifah Harun Al-Rosyid. Seorang bernama Siraj berkata kepada Imam Syafi’i, “Wahai Abu Abdullah, mereka ini adalah anak-anak Amirul mukminin, dan ia Abu Abdus Shomad adalah pendidik mereka. Kalau sekiranya engkau berkenan, berikanlah nasehat kepadanya!”.
Imam Syafií lalu berkata kepada Abu Abdus Shomad :
“Hendaklah satu hal yang pertama dimulai dalam mendidik anak-anak Amirul Mukminin adalah memperbaiki dirimu. Mata-mata mereka bergantung pada matamu. Dan kebaikan mereka adalah kebaikan apa yang engkau lakukan. Keburukan bagi mereka adalah sesuatu yang kau benci. Ajarkanlah mereka kitabullah, janganlah engkau memaksakan mereka sehingga mereka bosan. Dan janganlah kau meninggalkan mereka dari Al-Quran lalu mereka akan meninggalkannya. Kemudian ceritakan kepada mereka dari hadits-hadits yang mulia dan pepatah nasehat. Dan janganlah kau ajarkan kepada mereka suatu ilmu kemudian pindah kepada ilmu yang lain sehingga mereka memahaminya. Maka sesungguhnya perkataan yang bertumpuk-tumpuk dalam pendengaran akan menyusahkan pemahaman”. (Mauqif Fii Az-Zuhd wa-Roqoiq: 70)
Nasehat yang penuh hikmah dari seorang ulama besar itu, tentu bukan hanya bermanfaat untuk Abu Abdus Shomad yang mendidik anak khalifah. Namun nasehat agung itu adalah untuk semua pendidik. Tampilan guru kadang akan membuat para murid semangat belajar ataupun sebaliknya menjadi malas dan takut. Bahkan karena keteladanan sang guru tersebut, ada di antara murid-murid bercita ingin menjadi seperti guru tersebut. Seperti suatu ketika di acara kelulusan TK , anak-anak yang masih polos itu ditanya apakah cita-cita mereka nanti? Maka di antara jawaban yang keluar dari bibir mereka: “Aku nanti ingin menjadi seperti ibu guru”.
Bukan mustahil jawaban itu muncul karena ia senang dengan gurunya yang mengajarkan ia membaca Al-Quran, Hadist dan menghapal doa-doa. Semoga nilai-nilai mulia Al-Quran dan Sunah serta ilmu-ilmu yang bermanfaat selalu dapat ditransfer oleh para pendidik kepada murid-muridnya dengan pemahaman yang benar dan selalu menjadi teladan mereka

Thursday, 31 May 2012

“ISRO MI’RAJNYA NABI MUHAMMAD SAW”

Pada masa Nabi Muhammad Saw masih hidup sampai sekarang, tentu mereka tidak akan heran dan mengolok-olok Nabi Muhammad ketika Rosululoh melakukan “Perjalanan di waktu malam” yang di kenal dengan Isro mi;raj dari Masjidil Haram ke masjidil Aqso hingga langi ke tujuh hanya dalam satu malam saja. Sekarang hanya dalam hitungan Jam kita dapat keliling dunia dengan kecanggihan alat transfortasi yang saat ini dimilki. Ketika Nabi melakukan Isro Mi’raj serta menceritakannya kepada Masyarakat, banyak sekali kegoncangan terhadap para pengikut Nabi, mereka galau dan ragu-ragu akan cerita nabi. Tidak sedikit pengikut nabi kembali Murtad begitu nabi menceritakan kejadian Isra mi’raz tersebut., karena peristiwa tersebut sangat sulit di terima oleh akal, hanya hati yang jernih dan penuh keimanan kepada Alloh dan rosulnya yang bisa menerima certa tersebut seperti Sahabat Abu bakar adalah orang pertama yang percaya akan cerita nabi tentang Isro Mi;raz sehingga Abu bakar di beri gelar Assiddiq

Peristiwa Isro Mi’raz adalah merupakan kejadian yang sangat luar biasa dan bentuk cinta Alloh kepada Rosululloh. Alloh sendirilah yang memperjalankan Nabi Muhammad SAw.Dalam peristiwa itu, tepatnya 27 Rajab, Nabi Muhammad SAW dapat saja langsung menuju langit dari Makkah, namun Allah tetap membawanya menuju Masjidil Aqsha, pusat peribadahan nabi-nabi sebelumnya. Ini dapat diartikan bahwa b umat Islam tidak memiliki larangan untuk berbuat baik terhadap sesama manusia, sekalipun kepada golongan di luar Islam. Hal ini dikarenakan, Islam menghargai peraturan-peraturan sebelum Islam, seperti halnya khitan yang telah disyariatkan sejak zaman Nabi Ibrahim AS.
Peristiwa Isro Mi’raj terjadi ketika nabi sedang dalam kesedihan , dua orang penyokong nabi dalam melakukan dakwah yaitu Istri nabi siti Khodijah dan pamannya Abu Thalib telah berpulang kerahmatulloh.
Saat itu ketika nabi sedang tertidur di dalam masjidil Haram didatangi oleh malaikat Jibriel dan mikail dibedah dada nabi dan di cuci hatinya dengan air zamzam untuk menghilangkan sifat-sifat buruk setelah itu hati nabi dimasukan dengan iman dan hikmah . Ini adalah merupakan pencucian yang kedua kalinya yang di alami nabi, sebelumnya nabi pernah juga di cuci hatinya dan diisi dengan Rahmah cinta dan kasih sayang sewaktu nabi di asuh oleh Halimatus Sya’diyah. Setelah dilakukan pencucian tersebut Nabi memulai perjalanannya menuju masjidil Aqso (palestina) dengan berkendaraan Burouq ( sejenis kuda yang kecepatannya melebihi cahaya). Sesampainya di Masjidil Aqso Nabi di sambut oleh para nabi dan rosul untuk melaksanakan sholat berjamaah dan Nabi Muhammad Saw sebagai imamnya. Hal ini merupakan suatu bentuk kehormatan bahwa derajat Nabi Muhammad diatas kenabiaan lainnya.
Setelah melampaui Masjidil Aqsha, Nabi langsung diangkat naik sampai ke langit tujuh, lalu Sidratul Muntaha dan Baitul Ma’mur.

Watak seorang Menurut Buku Primbon


Watak seorang Menurut Buku Primbon Manusia dilahirkan di dunia ini mempunyai watak dan keberuntungan tersendiri , manusia satu dan yang lainnya pasti berbeda. Itu semua sesuai dengan unen-unen atau slogan yang dari dulu sampai sekarang masih dipercayai orang yaitu Jodoh, Rejeki dan Kematian itu hanya Tuhan yang tahu. Namun demikian para pujangga jaman dahulu membaca situasi yang demikian itu dengan menerapkan ilmu titen atau kalau sekarang mungkin disebut logika . Dengan ilmu titennya itu mereka dapat menuliskan hal-hal yang berkenaan dengan watak dan keberuntungan itu dalam sebuah buku yang saat ini orang menyebutnya dengan primbon. 

Berbagai macam informasi yang berkenaan dengan tata kehidupan manusia hidup didunia ini mulai lahir sampai dengan mati. Sebagai contoh untuk menggambarkan keberuntungan bayi menurut weton ( Neptu hari dan Pasaran) di bagi 7  :
  1. Segara Wasesa yang berarti semua pekerjaannya baik dan banyak rijekinya
  2. Tunggak Semi , rijekinya terus mengalir
  3. Satriya Wibawa, dimanapun berada akan menui keberuntungan
  4. sumur sinaba, bisa dIjadikan tempat meminta pertolongan,
  5. Bumi Kapethak keberuntungannya dalam bidang pertanian
  6. Satriya wirang , akan menemukan keruwetan
  7. Lebu katiup angin, sering pindah tempat dan terus kekuranga
Dalam hitungan ini neptu hari Jum’at 1, Sabtu 2, Ahad 3, Senin 4, Selasa 5, Rabo 6, Kamis 7. Begitu pula neptu pasaran Kliwon 1 , Legi 2, Paing 3, Pon4 dan Wage 5. Adapun cara menghitungnya begini anda misalnya lahir pada Rabu Wage Rabu 6 dan Wage 5 jumlah 11 kemudian dibagi 7 sisa 4 jatuh pada hitungan sumur sinaba. Misal lagi anda lahir hari ahad wage neptu ahad 3 dan wage = 5 jadi 8 dibagi 7 sisa 1 jatuh pada segara wasesa begitu selanjutnya ( Dapat di baca di hal 67 bab wataking bayi menurut neptu dan pasaran ketika lahir)