Showing posts with label Ajaran Islam. Show all posts
Showing posts with label Ajaran Islam. Show all posts

Sunday, 18 November 2012

Islam Itu Indah

Islam itu indah bagi manusia yang merasakan manisnya agama islam ,krna agama islam mengajarkan kedamaian apabila dijiwa orang tersebut belum mersakan kedamaian maka orang itu belum merasakan agama yang sesungguhnya yaitu agama islam ,Dan setiap agama mengajarkan dan mengajak untuk kedamaian menuju kesejahterana Yaitu agama Islam ,Kristen,Hindhu ,Budha ,Katolik dll.Tapi disisni saya membahas agama Islam  Sebab ajaran agama islam mengutamakan ajaran ahklaq dan budi perkti yang luhur yang pernah dicontohkan pada junjungan kita yaitu Baginda Nabi Muhammad saw.Beliu lah nabi yg terakhir dan memberi kabr gembira bagi orang 2yang bertakwa dan bagi orang 2yang percaya .Ada sebuah kisah yang dicontohkan oleh baginda Nabi Muhammad dengan ahklaqnya yang mulai yaitu pada waktu beliu berjalan keDarul Arqom ,DarulArqom adalah tempat untuk berdakwa bagi Nabi.pas pada pagi hari nabi berjalan menuju darularqom didepanya ada seorang nenek yag sangat tua ,dengan kerendahan hati beliu tidak mau mendahului nenek yang berjalan didepanya sebelum nenek itu sampai pada tempatanya berjalan setapak demi setapak dengan penuh kesabaran .Dan pada akhirnya nenek itu sampai tujuan barulah nabi berjalan menuju darularqom ,disana para sahabt sudah menunggu baginda nabi ,Ada kejadian yang mengisahkan antara ajaran agama dengan tindak laku sperti Bab Solat jumat .

Monday, 23 July 2012

Pengamal Solawat Wahidiyah

Bagi Para Pengamal Sholawat Wahidiyah diAnjurkan untuk menebus selama 40 hari ,ada apa dibalik 40 hari itu ;dijelaskan dengan kisah seperti berikut :

Saturday, 23 April 2011

Meraih Ilmu Yang Bermanfaat

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi maha Penyayang. Segala puji hanya bagi Allah, Tuhan Pencipta Alam semesta dan kesudahan yang baik itu hanya bagi orang-orang yang bertaqwa. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi-Nya; Muhammad Saw, dan kepada semua keluarganya.

Salah seorang murid yang cerdas telah menekuni ilmu pada gurunya Hujjatul Islam Abu Hamid Al-Ghazali, rahimahullah. Murid tersebut mendampingi Beliau untuk menuntut berbagai cabang ilmu sehingga menguasai detil-detil berbagai ilmu yang dimiliki gurunya. Demikian juga halnya dia berhasil menerapkan berbagai sifat mulia dalam dirinya.

Pada suatu hari terfikir olehnya tetang kondisi dirinya sambil bertanya dalam hati : Aku telah belajar berbagai ilmu dan telah menghabiskan masa mudaku untuk menuntut ilmu. Sekarang aku harus mengetahui ilmu yang mana yang akan bermanfaat bagi diriku di masa yang akan datang dan yang akan menghiburku di akhirat kelak dan ilmu mana saja yang tidak bermanfaat agar aku tinggalkan.

Aku teringat sabda Rasul Saw.: (اللهم إني أعوذ بك من علم لا ينفع)Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung pada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat. (HR. Imam Muslim dan lainnya).

Pemikiran seperti itu terus mengggoda hati dan perasaan murid tersebut sampai ia memutuskan untuk menulis surat kepada gurunya yakni, Abu Hamid Al-Ghazali yang lazim dikenal dengan Imam Al-Ghazali dengan tujuan meminta pendapat dan nasehat serta doa Beliau..

Kendati buku-buku Beliau seperti Ihya’ Ulumuddin dan lainnya telah menjawab berbagai pertanyaanku, namun aku ingin guruku menuliskan dalam beberapa lembaran kertas agar dapat aku simpan dan aku amalkan sepanjang hidupku, insya Allah, ucapnya dalam hati.

Setelah mebaca surat tersebut, Imam Al-Ghazali menulis surat kepada muridnya sebagai berikut:

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Ketahuilah wahai anakku yang tercinta dan mulia… Semoga Allah menganugerahkan kepadamu umur panjang dalam ketaatan pada-Nya dan membimbingmu di jalan para kekasih-Nya.

Sesungguhnya lembaran nasehat yang berharga itu adalah yang dinukil dari mutiara Risalah Rasul Saw. Jika nasehat tersebut sudah sampai ke padamu, maka untuk apalagi kamu memerlukan nasehatku? Jika belum sampai kepadamu, maka katakanlah padaku : Apa saja yang engkau peroleh selama bertahun-tahun itu?

Thursday, 17 February 2011

Peringatan kelahiran Nabi Muhammad saw

Dalam acara hari peringatan kelahiran nabi Muhammad ada tradisi yang diselenggarakn setiap dusun untunk meperingati kelahiran nabi Muhammad saw,dengan acara pembacaan al berjanjji,dan perbanyak membaca solawat kepada nabi,ada yang membaca tahlil,ada yang bersolawatan sampi malam ,biasanya orang orang melakukan dengan bersama- sama.dari anak kecil sampai orang tua ,

Tuesday, 1 February 2011

Ajaran islam Cara belajar ilmu tasawuf

Imam Malik berkata : Barangsiapa bertasawwuf tapi tidak berfiqih maka dia telah kafir zindiq (pura-pura beriman), dan barangsiapa yang berfiqih tapi tidak bertasawuf maka dia telah (berdosa) dan barangsiapa yang mengumpulkan keduanya (fiqh dan tasawwuf) maka dia telah benar. (Lihat kitab Iyqo-zhul Himam halaman 6).
Jadi Tasawwuf itu harus melalui Iman (akidah), Islam (syari’ah) dan Ihsan (Hakikat). Atau amal Syari’ah, Thoriqoh dan Hakikah. Maka Syari’ah adalah menyembah ALLAH, Thoriqoh adalah menuju ALLAH, dan Hakikah adalah menyaksikan ALLAH. Atau Syari’ah itu untuk memperbaiki lahiriah, Thoriqoh untuk memperbaiki bathiniah (hati), dan Hakikah untuk memperbaiki Sir (Rahasia diri). Memperbaki anggota tubuh dengan 3 perkata : Taubat, Taqwa dan Istiqomah. Dan memperbaiki hati dengan 3 perkara : Ikhlas, jujur dan tenang. Dan memperbaiki Sir (Rahasia Diri) dengan 3 perkara : Muroqobah (saling mengawasi antara diri dan ALLAH), Musyahadah (saling menyaksikan antara diri dan ALLAH), dan Ma’rifah (Mengenal ALLAH secara mutlak dan jelas).(Lihat kitab Iyqo-zhul Himam halaman 11).
Harus melalui Ikhlas tingkat tertinggi (Khowwasul Khowwash). Dan ikhlas itu ada 3 derajat : (1) Derajat Awam (umumnya manusia) (2) Khowwash (3) Khowwasul Khowwash. Maka (1) ikhlasnya orang awam yaitu mengeluarkan makhluk dari beribadah kepada ALLAH beserta mencari bagian-bagian dunia dan akhirat. seperti menjaga badan, harta, keluasan rizki, perdagangan dan yang indah dipandang (2) Ikhlasnya Khowwash adalah mencari bagian akhirat tanpa mencari bagian dunia. (3) Dan ikhlasnya Khowwashul Khowwash adalah mengeluarkan bagian-bagian semuanya (dunia dan akhirat). Maka ibadah mereka adalah sebenar-benar penyembahan, dan melaksanakan tugas-tugas dari ALLAH, atau cinta dan rindu melihat-Nya. Sebagaimana dikatakan oleh Ibnul Faridh: “Bukanlah permintaanku berupa surga jannatun na’im, hanya saja aku mencintai surga untuk melihat-Mu” (Lihat kitab Iyqo-zhul Himam halaman 31-32
Tujuan tasawuf
Tujuannya adalah Ma’rifatullah (mengenal ALLAH secara mutlak dan lebih jelas)