Wednesday, 29 February 2012

Merenungkan Arti gelapnya Malam

sebenarnya yang diajarkan ALLOH SWT pada kita lewat gelapnya malam….bahkan ALLOH SWT menjadikan malam sebagai salah satu surat di Al-Qur’an….Begitu pentingnya peran malam sehingga banyak pelajaran yang bisa kita petik di dalamnya….dan apa saja keajaiban yang terjadi pada waktu malam….mungkin pertanyaan bisa dijawab melalui perenungan lewat tulisan ini
Malam, terutama di sepertiga malam terakhirnya adalah waktu yang sangat dinanti….pada waktu itulah ALLOH SWT turun ke langit-langit bumi…waktu menjelang fajar itu ALLOH turun ke langit bumi sampai subuh….untuk menyaksikan hambaNYA yang shalat di waktu itu dan untuk mendengar hambaNYA yang berdo’a kepadaNYA…. ALLOH SWT akan mengabulkan do’a hamba-hambaNYA pada saat itu….ah sungguh sangat sayang ALLAH SWT pada hamba-hambaNYA….tapi jarang hambaNYA yang memanfaatkan saat-saat itu.
Malam juga mengajarkan kita untuk istirahat…agar tubuh kita kembali bugar….agar keletihan kita terobati….untuk bisa menenangkan pikiran dari semua permasalahan yang kita hadapi….agar saat fajar terbit kita punya semangat untuk bangkit….
Mengapa ALLAH SWT mengajarkan malam menjadi waktu untuk istirahat dan berdo’a penuh harap kepadaNYA….
Sungguh kalau kita mau menyadari bahwa malam adalah solusi dari ujian hidup kita…bahwa malam mengajarkan kepada kita bagaimana menghadapi permasalahan dalam hidup kita
Istirahat malam untuk menghilangkan kejenuhan, menenangkan pikiran, dan mengobati kelelahan adalah bentuk pengajaran ALLOH SWT agar kita sabar…karena semua permasalahan hidup untuk mengatasinya perlu kesabaran dan ketenangan….bukan ketergesa-gesaan….sebagaimana ALLAH SWT sering katakan dalam firmanNYA sabar adalah salah satu penolong kita…..adanya malam yang akan diakhiri dengan terbitnya matahari dari timur…juga mengajarkan kita bahwa sabar dengan tetap menggantungkan harapan dan terus berbuat yang terbaik akan mengantarkan kita pada solusi terhadap permasalahan hidup kita….sabar dengan meyakini bahwa bersama kesulitan ada kemudahan….mengantarkan kita meraih kesuksesan…itulah yang diajarkan malam….bahwa gelapnya malam akan segera berakhir dengan terbitnya matahari….begitu juga dengan himpitan hidup akan segera berakhir….ketika kita mampu sabar dan ikhlas menerimanya…sambil terus berharap bahwa semua himpitan akan berakhir….dan terus berikhtiar berbuat yang terbaik untuk meraih semua…impian-impian kita…..
Jadi benar-lah apa yang dikatakan ALLOH SWT….jadikan-lah sabar dan shalat sebagai penolongmu…itulah yang diajarkan malam pada kita….senantiasa sabar penuh harap akan terbitnya fajar kesuksesan dengan tetap berusaha sebaik mungkin sambil tak lupa mengadahkan tangan meminta kepada Pemilik Alam Semesta ALLOH SWT….wallahu’alam

Kisah Pengemis Yahudi Buta & Nabi Muhammad

Di Negara Arab Saudi  ada Kisah Pengemis Yahudi Buta & Nabi Muhammad saw,tepatnya di kota Madinah
di sudut pasar Madinah ada seorang pengemis Yahudi buta yang setiap harinya selalu berkata kepada setiap orang yang mendekatinya, “Jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya maka kalian akan dipengaruhinya.”

Wednesday, 22 February 2012

Pelajaran di malam hari

Apa sebenarnya yang diajarkan ALLOH SWT pada kita lewat gelapnya malam….bahkan ALLOH SWT menjadikan malam sebagai salah satu surat di Al-Qur’an….Begitu pentingnya peran malam sehingga banyak pelajaran yang bisa kita petik di dalamnya….dan apa saja keajaiban yang terjadi pada waktu malam….mungkin pertanyaan bisa dijawab melalui perenungan lewat tulisan ini
Malam, terutama di sepertiga malam terakhirnya adalah waktu yang sangat dinanti….pada waktu itulah ALLOH SWT turun ke langit-langit bumi…waktu menjelang fajar itu ALLOH turun ke langit bumi sampai subuh….untuk menyaksikan hambaNYA yang shalat di waktu itu dan untuk mendengar hambaNYA yang berdo’a kepadaNYA…. ALLOH SWT akan mengabulkan do’a hamba-hambaNYA pada saat itu….ah sungguh sangat sayang ALLAH SWT pada hamba-hambaNYA….tapi jarang hambaNYA yang memanfaatkan saat-saat itu.

Wednesday, 8 February 2012

Umat islam mengulas kandungan Hari Asyura

Hari Asyura (عاشوراء ) adalah hari ke-10 pada bulan Muharram dalam kalender Islam. Sedangkan asyura sendiri berarti kesepuluh.
Hari ini menjadi terkenal karena bagi kalangan Syi'ah dan sebagian Sufi merupakan hari berkabungnya atas kesyahidan Husain bin Ali, cucu dari Nabi Islam Muhammad pada Pertempuran Karbala tahun 61 H (680). Akan tetapi, Sunni meyakini bahwa Nabi Musa berpuasa pada hari tersebut untuk mengekspresikan kegembiraan kepada Tuhan karena kaum Yahudi sudah terbebas dari Fira'un (Exodus). Menurut tradisi Sunni, Muhammad berpuasa pada hari tersebut dan meminta orang-orang pula untuk berpuasa

Monday, 6 February 2012

Muslims praying at the London exploded Friday on a city street

in central London because of Muslims praying exploded Friday in a street in the city of London because the mosque was not able to accommodate them, as reported in London's leading newspaper The Daily Mail, last weekend.

In the article entitled "The Mecca of the city: In a London street, the faithful find a way to pray as Their mosque overflows", the newspaper reported, many people feel shocked when it comes to that area on Friday.

People in London saw the shadow of skyscrapers and glass and steel space in the Square Mile, London, hundreds of Muslims knelt and prayed prostrate on the streets Friday.

For one hour from the heart of London's financial district, it turns out to be very popular activity, so the congregation filled the streets around the mosque a small community.

City workers who wear suits mingling with Muslims from the local community of Bangladesh was also flooded the streets in addition to the Bentley and the car park area.

Saturday, 23 April 2011

Meraih Ilmu Yang Bermanfaat

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi maha Penyayang. Segala puji hanya bagi Allah, Tuhan Pencipta Alam semesta dan kesudahan yang baik itu hanya bagi orang-orang yang bertaqwa. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi-Nya; Muhammad Saw, dan kepada semua keluarganya.

Salah seorang murid yang cerdas telah menekuni ilmu pada gurunya Hujjatul Islam Abu Hamid Al-Ghazali, rahimahullah. Murid tersebut mendampingi Beliau untuk menuntut berbagai cabang ilmu sehingga menguasai detil-detil berbagai ilmu yang dimiliki gurunya. Demikian juga halnya dia berhasil menerapkan berbagai sifat mulia dalam dirinya.

Pada suatu hari terfikir olehnya tetang kondisi dirinya sambil bertanya dalam hati : Aku telah belajar berbagai ilmu dan telah menghabiskan masa mudaku untuk menuntut ilmu. Sekarang aku harus mengetahui ilmu yang mana yang akan bermanfaat bagi diriku di masa yang akan datang dan yang akan menghiburku di akhirat kelak dan ilmu mana saja yang tidak bermanfaat agar aku tinggalkan.

Aku teringat sabda Rasul Saw.: (اللهم إني أعوذ بك من علم لا ينفع)Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung pada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat. (HR. Imam Muslim dan lainnya).

Pemikiran seperti itu terus mengggoda hati dan perasaan murid tersebut sampai ia memutuskan untuk menulis surat kepada gurunya yakni, Abu Hamid Al-Ghazali yang lazim dikenal dengan Imam Al-Ghazali dengan tujuan meminta pendapat dan nasehat serta doa Beliau..

Kendati buku-buku Beliau seperti Ihya’ Ulumuddin dan lainnya telah menjawab berbagai pertanyaanku, namun aku ingin guruku menuliskan dalam beberapa lembaran kertas agar dapat aku simpan dan aku amalkan sepanjang hidupku, insya Allah, ucapnya dalam hati.

Setelah mebaca surat tersebut, Imam Al-Ghazali menulis surat kepada muridnya sebagai berikut:

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Ketahuilah wahai anakku yang tercinta dan mulia… Semoga Allah menganugerahkan kepadamu umur panjang dalam ketaatan pada-Nya dan membimbingmu di jalan para kekasih-Nya.

Sesungguhnya lembaran nasehat yang berharga itu adalah yang dinukil dari mutiara Risalah Rasul Saw. Jika nasehat tersebut sudah sampai ke padamu, maka untuk apalagi kamu memerlukan nasehatku? Jika belum sampai kepadamu, maka katakanlah padaku : Apa saja yang engkau peroleh selama bertahun-tahun itu?